Harga BBM Naik Dua Kali dalam 9 Hari, Warga Suriah Teriak “Jatuhkan Jolani”

oleh -87 Dilihat
Kesabaran warga Suriah menghadapi tekanan ekonomi mulai menunjukkan batasnya. Gelombang demonstrasi pecah di sejumlah wilayah setelah pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), hanya sembilan hari setelah kenaikan sebelumnya.

Kenaikan BBM Berpotensi Ganggu Transisi Politik

Persoalan ekonomi kini beririsan dengan agenda politik pemerintah pusat di Damaskus.

Kenaikan harga BBM terjadi setelah sebelumnya muncul ketegangan antara pemerintah dan para petani di wilayah timur laut terkait harga pembelian gandum serta keterlambatan pembayaran.

Situasi menjadi semakin sensitif karena Damaskus tengah berusaha mengintegrasikan wilayah timur laut, termasuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin kelompok Kurdi, ke dalam struktur negara Suriah.

Sebelumnya, pasukan pemerintah dan SDF terlibat bentrokan mematikan selama berminggu-minggu. Pemerintah kemudian merebut sejumlah wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali SDF.

Kini proses integrasi tersebut masih berlangsung.

Menurut Abdullah, kenaikan harga BBM pada saat transisi politik tersebut merupakan langkah yang berisiko.

Baca Juga  Taklukkan Liverpool 1-0 di Anfield, The Gunners Rebut Puncak Klasemen Liga Inggris

“Tidak ada kepentingan pemerintah, di tengah proses transisi yang berlangsung di wilayah mayoritas Kurdi, untuk menaikkan harga BBM,” katanya.

Ia memperingatkan, memburuknya kondisi ekonomi dapat memperumit upaya pemerintah mengintegrasikan wilayah timur laut ke dalam struktur negara.

Kekecewaan ekonomi berpotensi bercampur dengan persoalan politik dan memperkuat persepsi sebagian masyarakat bahwa kehidupan mereka justru semakin sulit ketika pemerintah pusat meningkatkan kendali atas wilayah tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.