Kementerian juga menyebut penghentian sementara operasional kilang Baniyas untuk pemeliharaan membuat Suriah harus meningkatkan impor produk minyak.
Penyesuaian harga itu, menurut pemerintah, diperlukan untuk menjaga kelancaran pasokan dan memastikan kebutuhan BBM di pasar domestik tetap terpenuhi selama kilang menjalani perawatan.
Persoalannya, kemampuan produksi minyak Suriah belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Negara tersebut hanya memproduksi sekitar 100.000 barel minyak per hari, sedangkan kebutuhan domestik diperkirakan mencapai sekitar 300.000 barel per hari.
Protes Meluas, Petani Jadi Kelompok Paling Tertekan
Kemarahan warga langsung terlihat setelah pemerintah mengumumkan harga baru. Demonstrasi terjadi di sejumlah provinsi dengan aksi pemblokiran jalan hingga penghentian truk tangki minyak yang menuju kilang Homs.
Wilayah timur laut menjadi salah satu titik paling menonjol. Demonstrasi di Hasakah dan Deir Ezzor bahkan berkembang lebih konfrontatif.
Analis Suriah Muaz al-Abdullah mengatakan sekitar 45 persen protes yang tercatat di Suriah selama pekan pertama September didorong persoalan ekonomi.
Menurut dia, aksi terbaru tidak bisa dilihat semata-mata sebagai reaksi spontan terhadap kenaikan harga BBM. Demonstrasi merupakan akumulasi dari berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang telah berlangsung cukup lama.









