Hari HIV/AIDS Sedunia: Tahun 2022 di Kepulauan Sula 22 Orang Terinfeksi HIV/AIDS

oleh -152 views
Link Banner

Porostimur.com, Sanana – Peringati Hari HIV/AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2022, Pemerintah Kabupaten Kepuauan Sula, Maluku Utara, melalui Dinas Kesehatan Kepulaun Sula menghelar sejumlah kegiatan, dan adakan forum diskusi publik. dengan tema
“Publik Satukan Langkah Cegah HIV/AIDIS”.

Nara sumber yang hadir dalam kegiatan di antaranya, Spesialis Interna Dr. Ivan Sangaji.SP.PD, Kepala Dinas Kesehatan Suryati Abdulla.,S.SI.Apt., Kabid P2 Ratna SKM dan Anggota DPRD Komisi III Abdul Kadir Sapsuha.

Pantauan langsung jurnalis porostimur.com, Kamis (1/12/2022), kegiatan tersebut berlangsung di Taman Wan Sosa Kota Sanana, Desa Fagudu Kecamatan Sanana.

Ada pun kegiatan yang disajikan, yakni jalan sehat, pemeriksaa kesehatan gartis PENYAKIT tidak menular seperti, gula darah, kolestrol, asam urat, tensi dara, serta pemeriksaan cegah dini HIV.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Sula Suryati Abdulla, saat diwawancarai sejumlah wartawan usai berlangsungnya kegiatan mengatakan, untuk kasus HIV/AIDS di Kepulaun Sula dari 2019 sampai dengan 2022, secara keseluruhan 59 orang,

“Yang terdeteksi baru yang di 2022 itu 22 orang, itu tersebarnya merata, kalau di tahun sebelumnya saya melihat petanya dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kebanyakannya di daerah Falabisahaya Kecamatan Mangoli Utara. Tapi di Tahun 2022 ini di hampir semua desa. Untuk wilayah Sulabesi ini hampir di semua desa, tingkat anak juga ada sebagian besar di usia produktif untuk 2022 ini ASN ada honorer ada. Pokoknya di 2022 ini hampir dari keterwakilan dari semua profesi ada semua,” jelas Suryati

“Sebagai langkah penjegahan dari Dinas Kesehatan harus melakukan edukasi. mungkin langhkah awal yang kami lakukan melihat memang perkembangan kasus HIV di Sula cukup signifisikan kami melihat angka,” sambungnya.

Suryati menambahkan, pihaknya sengaja melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat mengetahui dan mencegahnya.

“Langkah awal kita melakukan seperti ini, biar masyarakat tahu. Data ini kita tidak boleh sembunyikan, masyarakat harus tahu informasi ini secara detail,” ujar Suryati.

“Jadi kedepan petugas promkes Puskesmas akan melakukan edukasi di sekolah-seklah kalau sebelumnya titik beratnya di narkoba, nanti harus ke HIV/AIDS juga. Kalau tempat hiburan sebelumnya kita telah melakukan razia melakukan skrening kita lakukan secara aktif,” paparnya. (Jems)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.