HPL pertama kali berhasil memproduksi nikel sulfat kelas baterai pada 25 Maret 2023. Sejalan dengan itu, NCKL akan terus menyempurnakan dan meningkatkan produksinya hingga mencapai total kapasitas produksi 240 ribu metrik ton (MT) nikel sulfat per tahun yang diperkirakan tercapai pada pertengahan tahun ini.
Tetap Solid
Analis Samuel Sekuritas Juan Harahap tetap optimistis Harita Nickel akan membukukan pertumbuhan yang solid tahun ini, didukung oleh tambahan kapasitas produksi RKEF dan HPAL masing-masing sebesar 95 ribu ton dan 18 ribu ton. Selain itu, potensi margin yang lebih baik, karena perusahaan akan mengkonversi produk MHP menjadi nikel sulfat.
Adapun perkiraan produksi nikel sulfat sebanyak 37 ribu ton dan kobalt sulfat sebanyak 4.500 ton. Proyek tersebut direncanakan akan dimulai masing-masing pada April 2023 dan Juni 2023.
Juan menambahkan, pihaknya melakukan beberapa penyesuaian pada proyeksi NCKL. Pertama, dia menurunkan proyeksi ASP FeNisebesar 9.3%, sejalan dengan penurunan harga FOB NPI Indonesia, dan kedua menurunkan proyeksi harga MHP sebesar 16.7%.
“Kami tetap mempertahankan peringkat beli untuk saham NCKL, dengan target harga lebih rendah Rp 1,500 per saham dari sebelumnya Rp 2.000 per saham,” tandas Juan.









