Menyadari tantangan tersebut, Harita Nickel mengambil langkah proaktif dengan menjadikan keselamatan masyarakat sebagai bagian penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan.
Perusahaan menjalin kemitraan strategis dengan akademisi dari Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) untuk memetakan potensi bahaya secara komprehensif.
Ketua DRRC UI, Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si, Ph.D, menjelaskan bahwa pengelolaan bencana merupakan elemen penting bagi industri yang beroperasi di wilayah rawan bencana.
“Pengelolaan bencana merupakan bagian dari implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Melalui kajian mendalam, Desa Kawasi di Pulau Obi teridentifikasi memiliki kerentanan terhadap ancaman gempa bumi, angin kencang, ombak besar, hingga risiko tsunami,” jelasnya.
Pelatihan dan Pembentukan Tim Siaga Desa
Menindaklanjuti hasil kajian tersebut, Harita Nickel meluncurkan program Pelatihan Siaga Bencana bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Occupational Health and Safety (OHS) Manager Harita Nickel, Supriyanto Suwarno, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH).
Ia menjelaskan bahwa inisiatif tersebut juga mencakup upaya peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu menghadapi potensi bencana secara mandiri.










