Harita Nickel Perkuat Pengendalian Emisi, Kualitas Udara Halmahera Selatan Tetap Masuk Kategori Baik

oleh -26 Dilihat

Perusahaan juga menerapkan teknologi Flue Gas Desulfurization (FGD) guna mengurangi kandungan sulfur pada gas buang, baik di pembangkit listrik maupun fasilitas produksi smelter.

Dipantau Secara Real-Time

Untuk memastikan sistem pengendalian emisi berjalan optimal, Harita Nickel memasang Continuous Emission Monitoring System (CEMS) pada cerobong pembangkit listrik maupun smelter.

Teknologi tersebut memungkinkan seluruh parameter emisi dipantau secara real-time, sehingga setiap perubahan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

“Kinerja sistem pengendalian emisi dipantau secara real-time sehingga setiap perubahan parameter dapat segera terdeteksi. Dengan pemantauan berkelanjutan, kami dapat memastikan emisi yang dilepaskan melalui cerobong tetap memenuhi baku mutu sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Amirudin.

Upaya perusahaan menjaga kualitas udara mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, Asia Hasim.

Baca Juga  Survei Voxpol: Golkar Raih Elektabilitas 11,7 Persen, Tempati Posisi Ketiga Nasional

Menurutnya, pengendalian emisi yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sekitar kawasan industri.

“Kami juga terus memantau derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Desa Kawasi. Upaya pengendalian emisi dan pengawasan kualitas udara yang dilakukan secara konsisten menjadi langkah positif dalam mendukung terciptanya lingkungan yang baik bagi kesehatan masyarakat,” ujar Asia.

No More Posts Available.

No more pages to load.