“Saya minta agar anggota DPRD fokus kepada rakyat dan pemulihan ekonomi saat Covid melanda negri ini. Jangan dulu ikut nafsu serakah, yang kemudian hanya memperkaya diri sendiri”, ujarnya dengan nada kasar.
Direktur HCW yang biasa disapa Jeck ini juga mengatakan, seharusnya DPRD menjadi corong terdepan untuk melawan Covid dan membantu masyarakat dalam pemulihan ekonomi, terlebih lagi harus bersama-sama dengan pemerintah mengatasi masalah Covid yang semakin rumit dan menghentikan sementara perjalanan keluar daerah yang menguras anggaran APBD Malut.
“Mendingan uang tersebut dipergunakan untuk orang banyak terutama dalam masalah covid ini, bukannya jalan-jalan dengan alasan perjalanan dinas. Anggaran reses anggota DPRD Malut per orangan saja sudah Rp.80 juta, padahal hanya reses di 5 sampai 6 desa”, ketusnya.
Dirinya pun menuturkan, ada tugas anggota DPRD Malut yang belum dijawab ke publik yaitu saat membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menelusuri penggunaan anggaran Covid-19 pada tahun 2020 senilai Rp.148 miliar termasuk anggaran makan minum di Biro Umum sebesar Rp.10 miliar.
“Hingga saat ini, penelusuran tersebut hanya jalan di tempat dan tak kunjung selesai. Saya sarankan, jika Pansus tidak membongkar hal tersebut, ya segra rekomendasikan saja ke KPK untuk diproses. Jadi HCW mau tantang DPRD Malut, berani tidak untuk lakukan itu?”, ujarnya dengan nada tanya. (alena)




