Menukar Nasib di Bantaran Kumuh Jakarta

oleh -192 views

Oleh: Ardiman Kelihu, Mahasiswa Pascasarjana UGM Yogyakarta

Tempat Terbaik di Dunia  (2020) . Ini adalah buku antropologi yang memotret kemiskinan warga miskin kota dengan sangat jujur. Roanne Van Voorst, seorang mahasiswi S3 asal Belanda, yang tinggal setahun lebih di sebuah kawasan kumuh Jakarta. Ia mencatat dengan sangat detail perilaku warga miskin kota saat berhadapan dengan Banjir. Hasil penelitiannya secara etnografis menyentil soal ketiadaan akses dan keterpinggiran kaum miskin kota di bantaran sungai Jakarta. Meski, mengangkat kasus di salah satu bantaran kumuh Jakarta, namun situasinya justru sedang menjelaskan pertaruhan hidup warga miskin kota di Indonesia secara keseluruhan.  

Roanne berbeda dari kebanyakan orang yang melihat kaum miskin kota di pemukiman kumuh secara negatif dan romantis.  Misalnya, bagi para pejabat atau masyarakat kelas menengah atas di Indonesia, kaum miskin kota di daerah-daerah kumuh adalah kelompok masyarakat yang malas dan kriminal. Bagi aktivis, ilmuan maupun peneliti  romantik yang sangat optimis, kaum miskin kota adalah orang paling kuat. Karena terlahir sebagai orang miskin mereka seolah punya mental untuk berjuang. Situasi ini dianggap telah menginspirasi mereka untuk bekerja keras. Istilah Roanne, kaum miskin kota dalam pandangan romantis tersebut dianggap tengah mengembangkan mentalitas “etos kerja kampung kumuh” (Voorst, 2020:5).