Ia menegaskan, Rakerwil merupakan bagian dari amanah organisasi yang tidak bisa dilepaskan dari jatidiri Hidayatullah. Karena itu, komitmen dan loyalitas kader, terutama para pengurus, menjadi prasyarat mutlak dalam menjalankan roda organisasi.
“Rakerwil adalah bagian dari ketaatan dalam sistem kepemimpinan imamah jama’ah. Komitmen dan loyalitas kader adalah sebuah keniscayaan,” tegasnya.
Implementasi Kepemimpinan Imamah Jama’ah
Nasri menjelaskan, seluruh kebijakan dan keputusan organisasi yang dirumuskan dalam Rakerwil merupakan implementasi dari keputusan kepemimpinan hasil Musyawarah Majelis Syuro, yang diturunkan secara berjenjang melalui Rakernas, Rakerwil, hingga Rakerda.
“Dalam pleno inilah kita merumuskan arah kebijakan dan rencana kerja lima tahun ke depan yang akan direalisasikan secara bertahap dalam program operasional tahunan,” jelasnya.
Dengan demikian, setiap keputusan yang dihasilkan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi standar kerja organisasi yang sejalan dengan tema utama periode kepengurusan.
Enam Karakter Jatidiri sebagai Manhaj Gerakan
Sementara itu, Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Maluku Utara Ustadz H. Riyadi Poniman, S.HI, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan enam karakter Jatidiri Hidayatullah sebagai manhaj gerakan dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program kerja.











