Menurutnya, konsolidasi jatidiri tidak boleh berhenti pada tataran slogan, melainkan harus diwujudkan melalui proses internalisasi keimanan yang intens dan berkualitas dalam diri setiap kader.
“Dengan internalisasi yang kuat, kader Hidayatullah diharapkan mampu tampil sebagai ideolog-ideolog Islam yang siap berkorban dan memiliki kesiapan mengambil risiko maksimal demi kemuliaan Islam dan kaum muslimin,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi pergerakan seperti Hidayatullah harus dilandasi kesadaran ideologis yang kokoh serta diwujudkan melalui kinerja yang berdampak nyata bagi umat.
“Kita ingin setiap kader dan pengurus menjalankan program kerja secara konsisten dengan tetap berpegang teguh pada enam karakter Jatidiri Hidayatullah. Tidak boleh lepas, apalagi melupakannya,” tandasnya.
Menuju Rakerwil Awal Februari
Sebagai tindak lanjut dari rapat pleno tersebut, DPW Hidayatullah Maluku Utara dijadwalkan akan menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada awal Februari 2026. Rakerwil ini bertujuan untuk memantapkan program kerja lima tahunan sekaligus melakukan penguatan dan evaluasi terhadap seluruh aspek organisasi, sebagai pijakan gerakan Hidayatullah Maluku Utara ke depan. (red)
Simak berita dan artikel terbaru di: WhatsApp Channel porostimur.com










