“Pertina adalah satu-satunya organisasi yang berkomitmen membentuk dan membina para atlet di tengah segala keterbatasan. Berjuang dengan susah payah dan air mata demi mewujudkan mimpi para atlet yang berjuang dari nol,” ungkapnya.
Ia menambahkan, federasi nasional sejati bukan yang berfokus pada kemewahan atau gemerlap acara, melainkan yang mau ‘berkotor-kotor’ di sasana sederhana demi mencetak juara sejati.
Tangis Haru di Atas Ring
Momen emosional pecah ketika Hillary naik ke atas ring dan menyampaikan pesan motivasi. Sejumlah atlet, pelatih, hingga wasit terlihat menitikkan air mata mendengar kata-kata inspiratif dari sang ketua umum.
“Bukan hanya atlet yang menangis terharu sambil mencium tangan Ibu Ketum, tetapi ada juga pelatih, wasit, dan hakim yang tak kuasa menahan air mata. Kehadiran beliau di atas ring memberi semangat luar biasa bagi seluruh peserta, atlet muda, dan masa depan tinju Indonesia,” ungkap Sri Syahril, salah satu pengurus pusat Pertina.
Hillary menutup pertemuan itu dengan pesan singkat namun membakar semangat seluruh yang hadir. “Tetap semangat!”
Seruan itu menggema di seluruh arena, menegaskan komitmen Pertina bahwa masa depan tinju Indonesia tidak ditentukan oleh kemewahan, melainkan oleh pembinaan tulus dan semangat juang pantang menyerah. (Leonard Manuputty)









