Houthi Klaim Kuasai Pulau Perim, Kendali Selat Bab al-Mandab Terancam

oleh -14 Dilihat
Pasukan keamanan berjaga saat kelompok Houthi berkumpul di Alun-alun Sabeen untuk menggelar demonstrasi guna mendukung pernyataan pemimpin Houthi di Yaman, Abdul Malik al-Houthi, di Sanaa, Yaman, pada 17 Juli 2026. Foto/Mohammed Hamoud/Anadolu Agency

Porostimur.com, Sanaa — Kelompok Houthi dilaporkan berhasil merebut Pulau Perim yang berada di tengah Selat Bab al-Mandab serta menguasai kota pesisir Dhubab di Provinsi Taiz, Yaman bagian barat, Jumat (11/9/2026).

Pengambilalihan Pulau Perim atau yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai Mayyun dinilai dapat mengubah peta penguasaan salah satu jalur laut paling strategis di dunia.

Informasi tersebut disampaikan seorang sumber militer pemerintah Yaman kepada Anadolu. Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menyebut Houthi telah mengambil alih kendali atas pulau yang berada tepat di jalur pelayaran antara Laut Merah dan Teluk Aden tersebut.

“Pengambilalihan ini berarti kelompok tersebut telah menguasai sepenuhnya Selat Bab al-Mandab,” kata sumber tersebut.

Namun, hingga pukul 10.30 GMT, baik pihak Houthi maupun pemerintah Yaman belum memberikan konfirmasi resmi mengenai laporan tersebut.

Baca Juga  37 Penulis Remaja Ternate Asyik Menulis Puisi Bersama Ayah Arie

Pulau Perim Jadi Titik Kunci Bab al-Mandab

Pulau Perim memiliki nilai strategis karena berada di tengah Selat Bab al-Mandab dan secara geografis membagi jalur laut tersebut menjadi dua saluran.

Posisi tersebut menjadikan pulau itu penting dalam pengawasan lalu lintas maritim yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Jika laporan pengambilalihan tersebut terkonfirmasi, penguasaan Perim berpotensi meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pelayaran internasional, terutama bagi kapal-kapal komersial dan tanker energi yang melintasi kawasan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.