I Can’t Believe You Again

oleh -258 views

Cerpen Karya: Iva Nuviasari

SENJA telah datang menghampiriku, pikiranku terbang bersama burung-burung di langit biru yang sendu. Kini aku terdiam dalam lamunan yang panjang, akankah ini adalah cobaan yang harus aku lalui?, dalam hati aku pun bertanya. Tirai jendela seakan membelai wajahku dengan lembut, selembut angin yang datang kepadaku. Menambah kegundahan hati yang penuh luka dalam.

“Dian, Dian”, suara Ibuku memanggil cukup keras.
“Iya Bu, Sebentar”, seketika aku loncat dari kasur (istana lamunanku).
“Bantu Ibu menyiapkan Takjil untuk acara Buka Bersama ya Nak”, ajak Ibuku dengan lembut.
Aku diam, tak menjawab, aku masih dalam lamunan panjangku, meski pikiranku sudah terbagi karena ajakan ibuku.
“Dian, siapin kolaknya dalam wadah palstik ini ya”, Ibuku lagi-lagi menyuruhku dengan sikap lembutnya.
Aku tak menjawabnya kembali. Tapi tanganku seakan-akan ketarik magnet dengan kuat untuk mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Ibuku.

Baca Juga  Tiga Keluarga di Langgur Klarifikasi Isu, Tegaskan Kasus Nus Kei Bukan Konflik Marga

“Kamu, masih mikirin si siapa itu? Mantan kamu itu?”, pertanyaan Ibuku, sontak membangunkan lamunanku.
“Mmmm, Ngga lah Bu, udah lupa malah. Aku juga uda baikan sama Shasa, udah selesai Bu masalahnya”, jawabku.
“Baguslah kalau gitu, ngga perlu dendam kan sama Shasa, mungkin kamu ngga jodoh sama Irwan, lagian Ibu kurang begitu sreg, orangnya kurang sopan. Mendingan sama Oki, uda cakep, mapan, sopan dan yang pasti agamanya, ngga perlu lagi diragukan, menantu idaman Ibu Nak”, tutur Ibuku panjang lebar.
“Dian kan ngga kenal Oki itu seperti apa Bu, keluarganya seperti apa, kalau Irwan kan udah sangat kenal, keluarganya baik banget sama Dian, khususnya Ibunya Irwan Bu, seenggaknya bayangan dongeng Ibu Mertuaku Segalak Anjing Menggonggong itu ngga ada”, jawabku juga penuh panjang lebar.
“Iya Nak, tapi Oki lebih baik daripada Irwan, kalau Ibu sudah merestui, biasanya Allah akan mencarikan jalan termudahnya untuk kamu sama Oki. Kalau Irwan laki-laki yang baik, ngga seharusnya dia memacari sahabatnya sendiri kan Nak?”, tanya Ibuku yang seakan-akan menampar wajahku dengan keras.

No More Posts Available.

No more pages to load.