Nurlita menyebut, di tahun sebelumnya untuk bantuan yang diberikan siswa-siswi kurang mampu dalam bentuk uang, maupun pembagian hewan qurban.
Sementara laporan dari sekolah, kata dia, untuk tahun ini sudah mulai berkurang, sehingga kami belum bisa melakukan santuni kepada mereka yang berhak menerima bantuan.
“Torang bersyukur, walaupun dari guru-guru belum sempat, tetapi dari alumni SMA Negeri 3 Tidore Kepulauan yang masuk untuk berbagi kepada siswa-siswi,” tuturnya.
Terkait bantuan hewan qurban yang dibagikan kepada anak-anak siswa yang kurang mampu untuk kali ini tidak lagi diberhentikan karena pergantian kepemimpinan. (Mansyur Armain)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









