Aktivis perdamaian Maluku itu mengatakan, efisiensi anggaran tidak akan berdampak terhadap proses perkuliahan.
“Seluruh kegiatan akademik akan tetap berlangsung seperti biasa, tanpa ada pengurangan kualitas layanan pendidikan. Namun dampak efisiensi ini dirasakan sejumlah tenaga non-akademik, terutama tenaga kebersihan, keamanan, dan pegawai honorer,” tukasnya.
Abidin bilang, tenaga non-akademik, terutama tenaga kebersihan, keamanan, dan pegawai honorer akan dirumahkan, meskipun tetap ada yang dipertahankan untuk memastikan kelancaran operasional kampus.
“Prinsipnya, efisiensi ini menjadi tantangan bagi kami. Kami akan berupaya lebih hemat dan efektif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Dengan kesiapan yang sudah dilakukan, kami menyambut tantangan ini dengan bekerja lebih efisien dan kreatif,” katanya.
Wakano berharap, kebijakan efisiensi ini dapat dijalankan dengan baik, tanpa mengurangi kualitas pendidikan dan pelayanan bagi mahasiswa. (Rian Safari Maasily)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










