Implosion Persaingan dalam Kekuasaan Korup

oleh -20 views

Dalam situasi seperti itu, setiap pengungkapan skandal korupsi, seperti yang menimpa mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, dapat dibaca melalui lensa kedua. Pertama, seolah sebagai prosedur penegakan hukum; kedua, untuk memenangkan persaingan kekuasaan di internal aparat negara. Menegakkan hukum, membongkar korupsi Freddie, sebagai modus unjuk kekuatan. Perang urat syaraf, psy-war, sebelum perang sesunggguhnya berlangsung.

Penguasa-pengusaha korup, a.k.a oligarki, telah begitu mengangkangi Indonesia. Gejala bakal terjadi implosion sudah mulai terasa. Tapi Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami “perang antar-aparat korup” ini. Sejarah memberikan cukup referensi. Di Italia pada awal 1990-an, operasi Mani Pulite (Tangan Bersih) membongkar jejaring suap sistemik yang melibatkan partai politik, birokrasi, dan dunia usaha. Implosion dimulai ketika jaksa Antonio Di Pietro menangkap Mario Chiesa, anggota Partai Sosialis yang menerima suap dari perusahaan kebersihan. Penangkapan ini memicu pengakuan berantai dan mengungkap skandal korupsi sistemik. Ribuan politikus, pengusaha, pejabat, termasuk mantan perdana menteri, diselidiki. Banyak politisi melarikan diri ke luar negeri atau mundur. Implosion politik ini meruntuhkan seluruh tatanan pemerintahan First Republic, melahirkan Second Republic Itali yang lebih bersih.

No More Posts Available.

No more pages to load.