Indonesia Absence No More, Respected Forever

oleh -373 views

Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation

Sebenarnya saya ingin menuliskan tentang debat ini dari kemarin. Tapi sejujurnya saya agak bingung memulai dari mana dan akan fokus di aspek mana. Saya melihat debat ini sangat berkwalitas karena sudah mulai nampak tujuan utamanya. Yaitu menggali lebih dalam ide dan gagasan, skill komunikasi, sekaligus stabilitas dan kontrol emosi serta karakter pribadi para capres.

Saya yakin masyarakat luas, baik melalui media mainstream maupun media sosial dan lainnya telah dapat menilai dan mengambil kesimpulan tentang para capres. Siapa di antara ketiga capres ini yang memang punya ide dan gagasan, menguasai masalah, mampu mengkomunikasikan ide dan tidak kalah pentingnya mampu melakukan kontrol emosi serta menampilkan karakter yang tetap simpati, bahkan di keadaan yang mungkin terasa menekan.

Baca Juga  Gubernur Maluku Lantik Jasmono sebagai Kepala BPKAD, Satu Jabatan Strategis Kosong

Kali ini saya akan menggaris bawahi beberapa poin dari isu hubungan luar negeri (foreign policy) yang diperdebatan. Saya merasa hal ini penting karena sekali lagi dengan kebesaran dan segala potensi yang dimilikinya, Indonesia belum terlalu mendapat tempat yang layak di dunia internasional. Bahkan kehadiran Indonesia di beberapa forum internasional terasa seolah sekedar pelengkap saja. Belum mewarnai arah perjalanan dunia global, sebagaimana misalnya peranan Soekarno dalam mewujudkan gerakan Non Blok. Atau peranan Soeharto dalam organisasi ASEAN dan OKI.

No More Posts Available.

No more pages to load.