Pada akhirnya, pertanyaan yang paling menakutkan bagi para pembuat kebijakan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi atau defisit fiskal. Pertanyaannya adalah: apakah Indonesia cukup kuat untuk berdiri sendiri ketika arus global menghantam dengan kekuatan yang tak terlihat namun nyata? Jawaban terhadap pertanyaan itu akan menentukan apakah negara ini menjadi korban sejarah, atau pembuat sejarah baru yang berani menatap badai, dan menari di antara gelombang Segitiga Bermuda dengan strategi, keberanian, dan kemandirian yang sesungguhnya. (**)
Indonesia di Segitiga Bermuda Ekonomi Global: Bayangan Mei 1998 di Ambang Pintu?










