Pemerintah, sementara itu, harus memastikan bahwa layanan pendidikan, kesehatan, kesehatan mental, perlindungan anak, pelatihan, dan kesempatan kerja terhubung dalam kebijakan yang benar-benar dapat diakses.
Kita membutuhkan sistem yang tidak menunggu persoalan menjadi parah sebelum bertindak. Kita perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku, menarik diri dari pergaulan, kehilangan minat, kesulitan belajar, perundungan, atau tekanan lain yang dialami anak. Pengenalan dini harus diikuti pendampingan yang tepat, dengan menjaga privasi dan menghindari pelabelan.
Yang paling penting, kita perlu berhenti menganggap kesejahteraan psikologis sebagai urusan tambahan setelah kebutuhan ekonomi terpenuhi. Keduanya saling berhubungan. Anak muda yang memiliki kesempatan berkembang dan dukungan sosial akan lebih mungkin membangun kehidupan yang sehat. Sebaliknya, kesulitan ekonomi, keterasingan, dan tekanan berkepanjangan dapat membuat jalan menuju kemandirian semakin berat.
Pusppar: dari data menuju perubahan
Dalam konteks Jawa Timur, saya melihat ruang bagi Pusat Studi Perubahan Perilaku Anak dan Remaja (Pusppar) ICMI Jawa Timur untuk mengambil bagian secara lebih terarah.
Bagi saya, Pusppar tidak cukup hanya menjadi ruang diskusi tentang anak dan remaja. Ia perlu menjadi jembatan antara pengetahuan dan tindakan, antara data dan kebutuhan nyata, antara kegelisahan masyarakat dan intervensi yang dapat diukur hasilnya.









