Indonesia Emas dan Anak Muda yang Cemas

oleh -18 Dilihat
Ansori

WHO memperkirakan sekitar satu dari tujuh remaja berusia 10–19 tahun di dunia mengalami gangguan mental. WHO juga mengingatkan bahwa persoalan kesehatan mental yang tidak tertangani dapat berlanjut hingga usia dewasa dan memengaruhi kemampuan seseorang menjalani kehidupan secara utuh.

Angka global itu tidak berarti setiap anak muda sedang mengalami krisis. Tetapi, ia mengingatkan kita bahwa persoalan kesejahteraan psikologis bukan kejadian terpencil, bukan pula sesuatu yang bisa diselesaikan hanya dengan menyuruh anak muda lebih bersyukur, lebih sabar, atau lebih rajin beribadah.

Syukur, kesabaran, dan kekuatan spiritual tentu penting. Namun, anak yang mengalami tekanan juga membutuhkan orang dewasa yang mau mendengar. Anak yang mengalami perundungan membutuhkan perlindungan. Anak yang kehilangan arah membutuhkan pendampingan. Dan anak yang mengalami gangguan kesehatan mental membutuhkan akses kepada tenaga profesional.

Baca Juga  Pemprov Maluku Beri Diskon 40 Persen Tunggakan Pajak Kendaraan, Berlaku hingga 19 November 2026

Kita tidak boleh mempertentangkan kekuatan batin dengan pertolongan nyata. Keduanya justru perlu berjalan bersama.

Ketika menjadi dewasa terasa seperti perlombaan

Saya semakin memahami bahwa kecemasan anak muda tidak dapat dilepaskan dari situasi kehidupan yang mereka hadapi.

No More Posts Available.

No more pages to load.