Indonesia Emas dan Anak Muda yang Cemas

oleh -16 Dilihat
Ansori

Itulah cara menjadikan kegelisahan sebagai kerja bersama.

Indonesia Emas harus dimulai dari manusia yang merasa berharga

Pada akhirnya, saya kembali kepada pertanyaan awal: untuk apa kita menyiapkan Indonesia Emas jika sebagian anak mudanya merasa begitu berat menjalani hari ini?

Pertanyaan ini bukan penolakan terhadap cita-cita besar bangsa. Justru sebaliknya. Saya ingin cita-cita itu memiliki dasar yang lebih kuat, yaitu manusia yang sungguh-sungguh memperoleh manfaat dari pembangunan.

Indonesia Emas tidak boleh hanya berarti ekonomi yang tumbuh, teknologi yang maju, atau daya saing yang meningkat. Ia juga harus berarti anak-anak yang terlindungi, remaja yang memiliki ruang untuk bertumbuh, keluarga yang mampu memberi dukungan, serta anak muda yang memiliki kesempatan untuk hidup mandiri dan bermartabat.

Baca Juga  Turis Jerman Lego Jangkar di Kur Selatan, Kadispar Tual Ajak Warga Jaga Nama Baik Kur

Kita memang tidak dapat menghapus seluruh kecemasan dari kehidupan. Setiap orang akan menghadapi kegagalan, kehilangan, ketidakpastian, dan perubahan. Namun, kita dapat membangun masyarakat yang tidak membiarkan seseorang menghadapi semuanya sendirian.

Kita dapat menciptakan keluarga yang mau mendengar, sekolah yang menghargai proses, lingkungan yang tidak gemar mempermalukan, serta kebijakan yang membuka jalan bagi mereka yang selama ini kesulitan memperoleh kesempatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.