Langkah pertama adalah menyusun peta kesejahteraan anak dan remaja. Peta ini perlu menggambarkan persoalan sekaligus potensi yang ada di berbagai wilayah Jawa Timur. Kita perlu mengetahui di mana anak menghadapi hambatan pendidikan, di mana kesempatan kerja bagi anak muda masih terbatas, di mana dukungan keluarga membutuhkan penguatan, serta layanan apa yang belum mudah dijangkau.
Langkah kedua ialah merancang intervensi berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar menjalankan program yang seragam. Anak yang mengalami perundungan membutuhkan perlindungan. Keluarga yang kesulitan membangun komunikasi membutuhkan pendampingan pengasuhan. Anak muda yang kehilangan akses pendidikan membutuhkan jalan untuk kembali belajar. Mereka yang kesulitan memasuki dunia kerja membutuhkan pelatihan dan hubungan dengan kesempatan ekonomi. Mereka yang mengalami masalah kesehatan mental perlu mendapatkan dukungan yang sesuai, termasuk rujukan profesional apabila diperlukan.
Langkah ketiga ialah mengembangkan ekosistem pertumbuhan yang membahagiakan melalui keluarga, sekolah, pesantren, kampung, kampus, dan dunia usaha. Anak muda harus memperoleh ruang untuk berlatih mengambil keputusan, bekerja sama, mengembangkan kreativitas, dan membuktikan kemampuan melalui kegiatan yang nyata.









