Indonesia Kembung

oleh -676 views
Made Supriatma

Tapi kenapa kok Danantara juga cari investasi? Misalnya dengan mengalihkan anggaran untuk efisiensi dari APBN untuk investasi Danantara? Lha ya jelas tho. Yang 14,000 triliun itu kan aset. Sementara Danantara nggak punya duit cair (liquid) yang bisa dipakai untuk belanja (inves). Jadi 300 triliun itu diperlukan untuk investasi. Nanti selama lima tahun kan investasinya jadi 1500 triliun karena setiap tahun akan dipotong anggarannya.

Lo itu kan berarti Danantara disubsidi APBN, Pak Wo? Bukan disubsidi. Tapi efisiensi dialihkan untuk investasi. Nanti kalau berhasil, perusahaan-perusahaan ini akan menyerap lapangan kerja. Para pekerja ini akan bayar pajak. Perusahaan-perusahaan yang mendapat investasi BUMN kan akan bayar pajak juga. Ekonomi tumbuh, APBN juga akan makin gendut.

Baca Juga  Kebodohan Absolut

Misalnya nih Pak Wo, misalnya saja. Kalau Danantara untung guedeee banget. Siapa yang menentukan ke mana uang itu diinves? Kan keuntungannya tidak masuk APBN?

Lo kowe ini bagaimana to? Danantara itu kan langsung di bawah presiden. Ya, presiden yang menentukan.

Tanpa kontrol DPR? Ah, kesuwen! Terlalu lama dan terlalu bertele-tele. Bangsa ini tidak akan maju karena diskusi dan debat!

Kalau rugi gimana Pak Wo? Ya, makanya harus dikelola hati-hati. Kan biasa itu divsana rugi, di sini untung. Atau sebaliknya. Kita usahakan lebih banyak untung daripada ruginya. Ini investasi, ya. Bisa untung, bisa rugi. Itu sebabnya para pengurus Danantara tidak bisa kena sanksi hukum kalau rugi.

No More Posts Available.

No more pages to load.