Jika kamu membuat dia bertanya-tanya mengapa kamu tidak mengirim kabar, menelepon, atau datang saat mereka mengharapkanmu, ini akan membuat imajinasi liar dan menyebabkan mereka mengasumsikan hal terburuk. Oleh karena itu, penting untuk jujur mulai dari hal-hal kecil.
3. Ciptakan Ruang Aman
Menurut Dr. Carla Marie Manly, seorang psikolog klinis dan penulis Joy from Fear, sebaiknya buat pasanganmu nyaman untuk menceritakan apapun kepadamu.
Jadi, kapan pun pasanganmu merasakan kekhawatiran diselingkuhi lagi, dia dapat segera membicarakan hal ini kepadamu. Hal ini dapat membantu mengurangi kekhawatiran yang dia alami sekaligus menyelesaikan pikiran buruk yang sedang ia pikirkan.
4. Bersabar
Pahami jika pasanganmu tidak siap untuk beranjak ke komitmen serius dalam waktu yang singkat. Bagaimanapun, pasangan dia sebelumnya telah mengkhianati kepercayaan mereka, karena itu penting baginya untuk memberi jeda dalam hubungan.
Jadi, coba untuk tidak memberikan tekanan padanya. Sebaliknya buktikan pada pasanganmu bahwa kamu adalah orang yang memiliki komitmen dengan sabar menunggunya untuk pulih kembali.
5. Mengetahui Trigger
Sebaiknya kamu mengetahui apa yang menjadi trigger atau pemicu pengalaman traumatisnya. Misalnya, jika pasanganmu mengetahui mantannya berselingkuh melalui media sosial, dia mungkin lebih sensitif terhadap kebiasaan Instagrammu.









