Ini Dia, Daftar Nama Obat yang Merusak Ginjal

oleh -219 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Ketika ginjal mengalami kerusakan, berbagai fungsi organ tubuh laiinya dapat terganggu. Anda yang sering mengonsumsi obat-obatan waspadalah karena itu berisiko merusak ginjal, salah satunya antibiotik dan analgesik.

Berikut daftar beberapa obat yang berisiko menyebabkan kerusakan ginjal, seperti dilansir Empowher, yaitu:

1. Antibiotik, termasuk untuk jenis siprofloksasin, methicillin, vankomisin, dan sulfonamid.

2. Analgesik, termasuk acetominophen dan non-steroid anti-inflammatory (NSAID), seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, dan lain-lain hanya tersedia dengan resep dokter.3. COX-2 inhibitor, termasuk celecoxib (dengan merek Celebrex). Dua obat dalam kelas ini telah ditarik dari pasar karena toksisitas kardiovaskuler. Kemudian rofecoxib (dengan merek Vioxx), dan valdecoxib (dengan merek Bextra). Obat ini adalah kelas khusus dari NSAID yang dikembangkan untuk lebih aman bagi lambung, tetapi memiliki risiko merusak ginjal.

Link Banner

4. Obat Nyeri ulu hati dan kembung, termasuk omeprazole (dengan merek Prilosec), lansoprazole (dengan merek Prevacid), pantoprazole (dengan merek Protonix), rabeprazole (dengan merek Rabecid, Aciphex), esomeprazole (dengan merek Nexium, Esotrex).

Baca Juga  Bank Indonesia Mengembangkan Embrio Start Up Asli Maluku

5. Obat antivirus, termasuk asiklovir (dengan merek Zovirax) digunakan untuk mengobati infeksi herpes, dan indinavir dan tenofovir, baik digunakan untuk mengobati HIV.

6. Obat tekanan darah tinggi, termasuk captopril (dengan merek Capoten).

7. Obat radang rematik, termasuk infliximab (dengan merek Remicade); klorokuin dan hydroxychloroquine, yang digunakan untuk mengobati malaria dan lupus, serta radang sendi.

8. Lithium, obat yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar.

9. Antikonvulsan, termasuk fenitoin (dengan merek Dilantin) dan trimethadione (dengan merek Tridione), digunakan untuk mengobati kejang dan kondisi lainnya.

10. Obat kemoterapi, termasuk interferon, pamidronat, cisplatin, carboplatin, cyclosporine, tacrolimus, kina, mitomycin C, bevacizumab; dan obat anti-tiroid, termasuk propylthiouracil.

Baca Juga  Rayakan Idul Adha, Lanud Pattimura Serahkan 9 ekor Sapi dan 4 ekor Kambing ke Warga Sekitar

Bagi banyak obat resep, Anda dapat menemukan informasi resep secara online. Informasi ini biasanya 10 – 30 halaman, dan termasuk tindakan pencegahan rinci, peringatan, dan efek samping.

Untuk obat yang dijual bebas, pastikan untuk mengamati tindakan pencegahan pada label. Konsultasikan ke dokter Anda tentang obat yang akan Anda konsumsi, terutama jika memiliki faktor risiko untuk penyakit ginjal atau kondisi kesehatan lainnya.

(red)