Hingga di sini, demo yang sekarang tengah terjadi ini menjadi sangat politis. Saya sendiri cenderung melihat persoalan ini sebagai hal yang kedua. Mungkin ada elemen inkompetensi di dalamnya. Namun, tidak bisa diabaikan juga faktor kesengajaan. Atau, minimal faktor pengabaian.
Saya tidak menolak bahwa analisis ini berbau konspiratif. Namun untuk sampai kepada kesimpulan ini saya melihat informasi yang tersedia.
Sekarang, institusi kepolisian tampaknya hampir kolaps. Presiden, entah karena alasan apa, tidak dengan segera mencopot Kapolri. Semua pertanda sudah mengarah kepada gagalnya Kapolri memimpin institusinya.
Tidak diragukan bahwa kepolisian harus direformasi. Ada yang salah dengan kepolisian ini selama sepuluh tahun terakhir. Seperti militer, kita menginginkan polisi yang profesional, yang sigap melayani masyarakat — bukan yang brutal dan menggunakan kekerasan secara berlebihan.
Satu hal yang sama sekali tidak kita inginkan adalah bahwa Prabowo akan memakai kepolisian seperti Jokowi. Prabowo sudah mereorganisasi militer; menambah jumlah prajurit secara besar-besaran dan menghidupkan kembali peran militer di ranah sipil.
Jika insitusi kepolisian juga kemudian hanya berfungsi melayani kepentingan rejim yang berkuasa, maka tamatlah riwayat kedaulatan rakyat. Dan, saya percaya, negeri ini pun akan tamat bila rakyatnya tidak berdaulat. (*)









