Ancaman tersebut menjadi semakin relevan di tengah memburuknya hubungan Teheran dan Washington serta belum adanya kepastian mengenai pembukaan kembali jalur diplomasi.
Negosiasi Teheran-Washington Kembali Buntu
Laporan mengenai opsi serangan ke Eropa muncul ketika upaya diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali menghadapi kebuntuan.
Trump pada Selasa menyatakan tidak ada “pembicaraan atau percakapan yang sedang berlangsung maupun yang dijadwalkan” dengan Teheran.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang sekaligus membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih luas.
Namun, kesepakatan tersebut kemudian gagal bertahan setelah kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran dan permusuhan kembali meningkat.
Sejak itu, berbagai upaya diplomatik belum menghasilkan terobosan berarti, baik terkait pembukaan kembali Selat Hormuz maupun dimulainya kembali perundingan untuk kesepakatan yang lebih luas.
Dalam situasi tersebut, setiap langkah militer baru berpotensi memperlebar konflik ke luar kawasan Timur Tengah.
Jika laporan mengenai opsi serangan terhadap aset AS di Eropa benar-benar berkembang menjadi kebijakan operasional, konsekuensinya bukan lagi sekadar eskalasi bilateral Iran-Amerika Serikat.










