Gencatan Senjata Berakhir, Iran Isyaratkan Strategi Ofensif dan Siapkan Pertahanan Hadapi Serangan Darat

oleh -4 Dilihat
Kepala Biro Politik IRGC Brigadir Jenderal Yadollah Javani mengatakan Iran siap mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah dan kepentingan nasionalnya.

Porostimur.com, Teheran – Berakhirnya masa berlaku nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat memunculkan babak baru dalam ketegangan kedua negara. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengisyaratkan kemungkinan mengubah pendekatan perang dari semula bertumpu pada pertahanan menjadi strategi yang lebih ofensif.

Kepala Biro Politik IRGC Brigadir Jenderal Yadollah Javani mengatakan Iran siap mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah dan kepentingan nasionalnya.

“Musuhlah yang memulai perang ini dan upaya kami bersifat defensif, meskipun bisa saja beralih ke aspek ofensif,” ujar Javani dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.

Ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk operasi yang dimaksud. Namun, Javani memperingatkan pihak lawan agar bersiap menghadapi apa yang disebutnya sebagai “kejutan strategis”.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika ketegangan Iran-Amerika Serikat kembali meningkat, khususnya terkait masa depan Selat Hormuz. Kedua negara sebelumnya menyepakati gencatan senjata pada Juni, tetapi pertempuran kembali pecah pada bulan berikutnya.

Baca Juga  Soroti Ucapan “Monyet” kepada Mahasiswa Seram, Alhidayat Wajo: Kemerdekaan Tak Boleh Diikuti Penghinaan

Meski MoU tersebut secara praktis telah kehilangan efektivitas setelah pecahnya kembali konflik, masa berlaku kesepakatan secara resmi berakhir pada Senin.

No More Posts Available.

No more pages to load.