Kesepakatan yang ditandatangani pada 17 Juni itu disebut memuat kesepakatan gencatan senjata sementara serta komitmen untuk melanjutkan perundingan menuju penyelesaian permanen setelah kedua negara terlibat konflik selama 40 hari sejak 28 Februari.
Namun, gencatan senjata tersebut masih rapuh. Perundingan belum menunjukkan kemajuan berarti, sementara Iran dan AS kembali terlibat dalam sejumlah aksi saling serang secara sporadis.
Pertempuran terutama dilaporkan berpusat di wilayah Iran bagian selatan dan kawasan sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu titik penting lalu lintas energi dunia.
Sementara itu, jumlah personel militer AS yang dilaporkan tewas sejak awal perang Iran-AS mencapai 17 orang. Seluruh korban disebut meninggal di luar wilayah Iran, termasuk di negara-negara tetangga seperti Irak dan Yordania.
Sayembara yang diumumkan Teheran tersebut menambah eskalasi retorika kedua pihak sekaligus menunjukkan bahwa ketegangan Iran-AS masih jauh dari penyelesaian meski sebelumnya telah terdapat upaya untuk mempertahankan gencatan senjata.
sumber: sindonews










