Iran dalam Gejolak Protes yang Membesar di Tengah Rezim Tertatih

oleh -19 Dilihat

Oleh: Ady Amar, Kolumnis

Iran hari ini berada dalam keadaan yang sulit disangkal: negara masih berdiri, tetapi pemerintahannya kehilangan daya efektif. Kebijakan ekonomi tak lagi menenangkan, pernyataan politik tak lagi dipercaya, dan kehadiran aparat tak otomatis menghadirkan rasa aman. Yang tersisa adalah ketegangan panjang—diam, namun menggerogoti.

Krisis ini tidak lagi terkonsentrasi di pusat. Ia bergerak keluar, menjalar, dan menetap. Protes yang semula identik dengan Teheran dan kota-kota besar kini merambah wilayah yang selama ini dianggap tenang dan setia.

Di kota-kota kecil seperti Izeh, Kazerun, Borujerd, Khorramabad, Dezful, Nourabad, hingga kawasan-kawasan pinggiran di Sistan–Baluchestan dan Khuzestan, kegelisahan menemukan bentuknya sendiri. Tidak selalu berupa demonstrasi besar, tetapi cukup untuk menandai satu hal: ketidakpuasan telah menjadi pengalaman kolektif.

Di tempat-tempat ini, protes sering kali tidak memiliki struktur rapi atau tuntutan yang disusun dengan bahasa politik. Ia hadir sebagai letupan kelelahan—toko yang tutup, jalan yang diblokade sebentar, benturan singkat dengan aparat, lalu sunyi kembali.

Baca Juga  PA GMNI Malut Desak Kementerian ESDM Cabut IUP PT NKA di Halmahera Timur, Ini Sebabnya!

Namun justru di situlah maknanya. Ketika pinggiran bergerak tanpa komando, krisis telah melampaui elite dan aktivis. Ia menjadi milik rakyat biasa.

No More Posts Available.

No more pages to load.