“Mereka sebaiknya berhati-hati dengan pernyataan mereka; angkatan bersenjata kami siap menanggapi dengan cara berbeda,” tegasnya.
Harapan Baru, Tantangan Besar
Wakil Presiden AS JD Vance menyebut pertemuan di Swiss sebagai “momen bersejarah” yang membuka peluang bagi perubahan hubungan di Timur Tengah.
“Bisakah kita memulai lembaran baru? Atau kembali ke cara lama? Itu sangat mungkin terjadi,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah isu krusial masih belum tersentuh, termasuk dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan serta program nuklirnya.
Iran tetap menegaskan tidak akan melepaskan haknya untuk memperkaya uranium, meskipun kembali menyatakan tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.
Di tengah kemajuan diplomatik ini, situasi di lapangan masih menjadi penentu utama. Dengan korban konflik di Lebanon yang telah melampaui 4.100 jiwa, keberhasilan implementasi kesepakatan menjadi ujian nyata bagi semua pihak yang terlibat.
sumber: sindonews










