Namun, upaya itu disebut terhenti pada tahap awal. Usulan tersebut akhirnya dibatalkan dan pihak yang dinilai bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.
Hingga kini, belum ada komentar resmi dari pemerintah Israel terkait laporan pemecatan dua pejabat senior Mossad maupun pengumuman Iran mengenai penangkapan 21 orang yang disebut terkait badan intelijen tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 13 Maret sebelumnya mengakui bahwa upaya menggulingkan pemerintahan Iran bukan perkara mudah. Ia mengatakan tidak ada kepastian perubahan rezim di Teheran akan terjadi.
Ketegangan antara Iran, Israel, dan AS sendiri terus meningkat. Israel dan AS sebelumnya melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang menurut laporan menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah serta sejumlah target di Israel. Serangan balasan tersebut juga menimbulkan korban di kedua pihak.
Pada 18 Juni, Washington dan Teheran sempat menyepakati kerangka kerja untuk membuka jalan menuju kesepakatan akhir. Namun, perundingan kemudian terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.









