Kemudian pada ayat 191, Allah SWT menjelaskan siapa orang-orang yang berakal. Mereka adalah orang yang senantiasa memikirkan ciptaan Allah SWT, merenungkan keindahan ciptaan-Nya, dan mengambil manfaat dari ayat-ayat kauniyah yang terbentang di alam semesta ini, seraya berzikir.
Ciri-ciri orang yang berakal adalah ketika memperhatikan sesuatu, ia selalu mendapat manfaat dan faedah. Orang yang berakal akan senantiasa mengagungkan kebesaran Allah SWT, mengingat dan mengenang kebijaksanaan, dan merenungi banyaknya nikmat yang Allah SWT berikan kepadanya.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya memaknai orang yang berakal sebagai orang yang dapat mengetahui segala sesuatu dengan hakikatnya masing-masing secara jelas dan gamblang. Mereka, kata Ibnu Katsir, tidak pernah berhenti berzikir mengingat Allah SWT dalam segala keadaan.
Dijelaskan dalam Ihfazullahi Yahfazuka, orang yang membaca surah Ali Imran ayat 190-191 tanpa menghayatinya berarti hatinya telah terkunci kecuali atas kehendak Allah SWT. Tertutupnya hati bisa disebabkan karena perbuatan maksiat, durhaka, dan lupa kepada Allah SWT.
Wallahu a’lam.
sumber: detikhikmah









