Jadi, apa yang bisa dipelajari dari semua ini? Terus terang, tidak ada. Soal Kasebul itu membuat saya ingin membagikan tulisan alam saya tentang Pater Beek, SJ. Saya mengerjakannya sekitar 8 tahun yang lampau lewat proses riset yang agak panjang dan melelahkan.
Kalau Anda ada waktu, silahkan baca. Baca jugalah end notes yang saya berikan. Saya berusaha memberikan konteks mengapa gerakan Kasebul ada. Ia sebenarnya bukan kaderisasi. Ia lebih sebagai Latihan Rohani dari St. Ignatius. Semangat itulah yang ditekankan, namun entah mengapa dia menjadi sangat politis.
(Pada akhirnya, narsisme-lah yang menang! 😛 Karena toh saya mempromosikan tulisan sendiri … ha ha ha … )








