4. Tunisia
Pada Senin malam, kapal utama Global Sumud Flotilla (GSF), Family Boat, diserang oleh pesawat nirawak yang diduga milik Israel saat berlabuh di pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, yang memicu kebakaran.
Kapal sepanjang 23 meter (76 kaki) yang berlayar di bawah bendera Portugal dan membawa komite pengarah armada tersebut, membawa enam orang di dalamnya. Menurut GSF, kobaran api merusak dek utama dan area penyimpanan tetapi segera dipadamkan oleh penumpang. Semua awak dan aktivis dilaporkan selamat.
Family Boat merupakan bagian dari koalisi lebih dari 50 kapal dengan delegasi dari setidaknya 44 negara yang berupaya menentang blokade Israel terhadap Gaza. Kapal tersebut berangkat pada 31 Agustus 2025, sebelum bergabung dengan kapal-kapal lain di pelabuhan Sidi Bou Said.
Serangan kedua terjadi pada Selasa malam, ketika kapal armada lainnya, Alma, yang berlayar di bawah bendera Inggris, juga menjadi sasaran pesawat nirawak yang diduga milik Israel di perairan Tunisia. GSF mengatakan serangan itu menyebabkan kerusakan akibat kebakaran di dek atas kapal, meskipun api berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Sejak 2010, beberapa armada kapal telah berupaya menembus blokade Gaza, dan sebagian besar dicegat atau diserang oleh Israel di perairan internasional.










