Isu Reshuffle Kabinet Menguat, PAN Tegaskan Hak Prerogatif Presiden Prabowo

oleh -227 views
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menko Pangan Zulkifli Hasan (kedua kiri) dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) memberikan arahan saat Taklimat Awal Tahun pada retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026.

“Bisa saja orang berharap Presiden mengganti seseorang yang dianggap tidak mampu. Tapi pada kenyataannya yang diganti justru orang yang dianggap rajin dan berhasil. Namun kalau sudah diputuskan Presiden, semua harus mengikuti,” kata Saleh.

Tantangan Besar Pemerintahan Masih Menanti

Meski menyerahkan sepenuhnya keputusan reshuffle kepada Presiden Prabowo, Saleh berharap bila pergantian menteri dilakukan, figur pengganti harus memiliki kapasitas dan kompetensi yang lebih baik.

Ia menekankan bahwa pemerintahan saat ini masih menghadapi banyak pekerjaan rumah besar, termasuk membumikan Asta Cita Prabowo sebagai arah pembangunan nasional.

“Tidak hanya tugas rutin, tetapi juga tantangan besar seperti melaksanakan dan membumikan Asta Cita Prabowo–Gibran. Ditambah penanganan musibah di Sumatera yang memerlukan perhatian sangat serius,” ujarnya.

Indonesia Harus Tampil di Level Global

Dalam konteks global, Saleh menilai Presiden Prabowo memiliki visi agar Indonesia tampil lebih menonjol di tingkat internasional. Hal itu, menurutnya, harus diwujudkan melalui kerja sama strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Baca Juga  Konpers APBN Ditunda, Defisit Tembus Rp 240 Triliun Per Maret 2026

“Presiden ingin Indonesia tampil di depan dalam pergaulan global. Itu harus berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Saleh.

PAN, lanjutnya, menghormati sepenuhnya apa pun keputusan Presiden terkait reshuffle kabinet, seraya berharap kebijakan tersebut membawa kebaikan bagi bangsa dan negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.