Mengabaikan Kritik: Resep Konflik Berkepanjangan
Respons pemerintah terhadap kritik juga menunjukkan kegagalan manajemen konflik. Alih-alih berdialog terbuka, LSM dan kelompok kritis sering dianggap “penghambat pembangunan”. Dalam teori konflik, memarginalkan suara kritis justru memperburuk masalah. Suara-suara ini sebenarnya indikator kegagalan tata kelola, bukan lawan yang harus dibungkam.
Jalan Menuju Resolusi
Penyelesaian ideal membutuhkan langkah konkret: pemetaan kepentingan secara jujur, konsultasi publik substansif, perlindungan ruang hidup masyarakat adat, dan kajian lingkungan independen. Tanpa itu, resolusi konflik hanya ilusi.
Proyek Trans Kieraha hanya akan menjadi simbol kemajuan jika dibangun dengan keadilan, keterbukaan, dan keberpihakan pada rakyat. Jika tidak, ia akan menjadi jalan panjang yang memperdalam konflik dan membuka luka baru. Jalan mungkin tampak mulus di permukaan, tetapi retakan sosial di bawahnya bisa menganga kapan saja. Dalam perspektif manajemen konflik, pembangunan yang tidak mengelola konflik sama dengan membangun konflik itu sendiri. (*)











