Terbiasa Mengalah Walau Tidak Salah
![]() Terbiasa mengalah/pexels.com |
Selain itu hubungan toxic biasa diisi dengan komunikasi yang buruk dan saling menjatuhkan. Seperti halnya membentak, membanting barang, menghina fisik, menyalahkan pasangan, menyela, tidak mendengarkan pasangan dan lainnya.
Jika terus-terusan diperlakukan seperti itu, korban toxic akan terbiasa mengalah dan menganggap dirinya salah. Saat pasangannya menyalahkannya, dia akan cenderung mengalah dan mengikuti keinginan pasangan.
Tidak Bisa Berpikir Jernih
![]() Tidak bisa berpikir jernih/pexels.com |
Seorang korban toxic relationship biasanya kesulitan untuk berpikir jernih. Sebab hubungan toxic membuatnya selalu mendukung pasangan meski banyak orang menasehatinya untuk berpisah. Dia kesulitan melihat fakta secara objektif, entah karena perasaan cinta yang terlalu dalam atau keterikatan dengan pasangan.
Bahkan, korban toxic relationship bisa mengorbankan persahabatannya dan hubungan keluarga demi kekasih. Meski sudah diberikan alasan logis untuk berpisah dan ditunjukkan bukti-bukti perilaku buruk sang kekasih, ia bisa menolak dan menentangnya.
Susah Membuka Diri
![]() Susah membuka diri/pexels.com |
Salah satu hal yang hilang dalam hubungan toxic adalah kepercayaan kepada pasangan. Jika dalam hubungan yang sehat, pasangan bisa tumbuh kepercayaan, kesetiaan dan menjaga komitmen. Sementara dalam hubungan toxic, dipenuhi dengan kecurigaan pada pasangan.














