Jangan Paksakan Rakyat Berteriak Merdeka, jika Perutnya Masih Kosong

oleh -602 views

Masalah pangan, memang terdapat pangan kita yang sudah swasembada tapi ada juga yang belum. Daging ayam sebetulnya sudah bisa berswasembada, hanya masalahnya hari ini terdapat konsekuensi dari keputusan sidang WTO yang memenangkan Brazil terkait ekspor ayam mereka ke Indonesia. Ihwal kedaulatan pangan hari ini, kita memang belum sepenuhnya berdaulat. Hal itu lebih karena ketahanan pangan nasional yang rendah dan belum mampu sepenuhnya menyediakan alternatif pangan lokal dari upaya diversifikasi pangan untuk pangan selain padi.

Upaya-upaya diversifikasi pangan lain seperti kedelai, sukun, sorgum dan lainnya memang lemah yang menyebabkan ketahanan pangan kita juga rapuh. Kedua, Indonesia sampai saat ini masih belum berdaulat di bidang pangan karena untuk beberapa komoditas pangan masih didikte oleh pihak asing misalnya dalam penyediaan bibit/benih jagung dan padi oleh Monsanto dan sebagainya. Jika Indonesia punya kedaulatan pangan maka persoalan benih yang menimpa petani di Aceh tidak akan terjadi.

Baca Juga  Dolar Kabur, Mafia Makmur

Di sisi lain, kita masih belum bisa mandiri dalam menentukan kebutuhan impor pangan apa yang dibutuhkan, begitu pula spesifikasi minimum requirement, termasuk kandungan kimiawi dan lain-lain. Terkait impor gandum yang besar sekali, masalahnya terletak pada belum cukup tersedianya upaya produk pengganti gandum untuk tepung terigu yang diproduksi dari bahan baku lokal. Budidaya besar-besaran untuk mocaf, sukun dan sorgum sebagai pengganti gandum tinggal bagaimana pemerintah mendorong dan mengupayakan budidaya bahan baku lokal tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.