“Penjelasan yang diberikan oleh muthowwif membantu jamaah merasakan perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menyebarkan ajaran Islam, sehingga ziarah ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan bermakna bagi mereka” ujar Zulkiram.
Selian kedua tempat tersebut, ziarah dilakukan oleh para jemaah haji ke Jabal Rahmah. Saat tiba di Jabal Rahmah, semua jemaah haji turun untuk menyaksikan suasana sekitar yang juga penuh dengan sejarah. Tempat ini dikenal sebagai lokasi pertemuan kembali Nabi Adam dan Hawa setelah berpisah selama bertahun-tahun. Pemandangan sekitar Jabal Rahmah memberikan kedamaian dan mengingatkan jamaah akan pentingnya cinta kasih dalam kehidupan. Beberapa jemaah bahkan naik ke atas Jabal Rahmah untuk berdoa dengan penuh khidmat. Di puncak Jabal Rahmah, suasana khusyuk menyelimuti para jemaah yang memanjatkan doa-doa hingga banyak jamaah sampai meneteskan air mata.
Setelah dari Jabal Rahmah, jemaah diajak melihat suasana Padang Arafah, tempat di mana semua jamaah haji seluruh dunia akan melakukan wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah. Kunjungan ini dilanjutkan ke Muzdalifah dan Mina, tempat jamaah haji akan melakukan mabit. Semua aktivitas Jemaah bisa dikoordinir dengan baik dan lancar sebab selama perjalan ziarah selain didampingi muthowwif, para Jemaah Kloter 15 Embarkasi Makassar juga didampingi oleh ketua kloter, pembimbing ibadah dan tim kesehatan yang ditempatkan pada setiap bus.









