Jejak Rindu di Samudera

oleh -1,058 views

Lamunan Marsh buyar ketika temannya nyelonong menghampirinya di dek kamar. Marsh yang saat itu sedang rebahan sambil memainkan gelang di tangannya, hanya menimpali sekenanya. “Lihat nanti saja. Masih lama, kan ya?” tanyanya berbasa-basi, malas.

“Katanya empat hari sandar di Singapura. Kemudian singgah sebentar di Tanjung Priok, lalu ke Tanjung Perak dan melanjutkan ke Banongan Situbondo untuk berlatih bersama Angkatan Laut Indonesia.” Marsh mengangguk, merespons penjelasan temannya, yang sebenarnya sudah diketahuinya.

“Kau punya pembalut, Marsh? Punyaku habis. Belum sempat minta ke market kapal.”

“Ambil di lokerku, Darl!”

Hari terakhir di Singapura, Marsh dan temannya akhirnya turun kapal. Mereka menghabiskan setengah hari untuk melancongi Singapura yang kecil. Tentunya tidak semua lokasi ikonik yang mereka datangi. Selain Merlion, Marina Bay Sands dan Garden By The Bay di Teluk Singapura, mereka juga menyinggahi Chinatown dan Kampong Glam.

Baca Juga  Inggris Singkirkan Norwegia Lewat Extra Time, Brace Bellingham Antar The Three Lions ke Semifinal

Di Kampong Glam, lidah Marsh sudah terasa dekat dengan Mengwi ketika menyantap nasi lemak. Entah mengapa, ketika menelan nasi, Marsh selalu teringat dengan tanah asal ibunya. Menerawang ke masa silam, sejauh yang diingat, pertama kalinya Marsh mengunyah nasi saat duduk di bangku taman kanak-kanak. Sejak saat itu, ia menyukai nasi, dan sesekali, di akhir pekan, ayahnya selalu memasak nasi dan ayam goreng.

No More Posts Available.

No more pages to load.