
Tunny bilang, kondisi ini semakin parah karena kebiasaan warga yang datang ke Arbes untuk keperluaan mandi atau menyuci, punya tingkat kesadaran yang sangat rendah terkait dengan buang sampah. Bekas sampah seperti pembungkus sabun, shampo, detergen, botol minuman dalam kemasan, sampah-sampah plastik lainnya, termasuk pula softex dan pempers dapat kita temui dengan mudah di sepanjang sungai Arbes.
Akibatnya, air sungai di Arbes yang merupakan sumber air baku bagi warga Kota Ambon bahkan telah terindikasi mengandung cemaran koliform fecal. Dugaan ini bersumber dari perilaku masyarakat yang membuang limbah kotoran maupun popok bayi ke sungai. Hal ini didukung hasil penelitian yang menunjukan bahwa nilai koliform fecal sampel air sungai Arbes pada 10 titik cukup tinggi, dan dinyatakan bahwa pada titik 6 -10 air sungai tidak layak untuk dikonsumsi sebagai air minum.
Koliform fecal merupakan indikator adanya cemaran yang berasal dari tinja dan menentukan kualiatas air. Makanan ataupun minuman yang terindikasi mengandung cemaran koliform fecal, tidak aman untuk dikonsumsi karena selain mengandung bakteri tersebut, juga terdapat jenis bakteri pathogen lainnya yang bisa mempengaruhi kesehatan.




