Porostimur.com, Minahasa — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) lalu meninggalkan kerusakan di sejumlah bangunan. Salah satunya Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus di Rumengkor, Minahasa, yang mengalami kerusakan cukup parah.
Atap gereja dilaporkan ambruk, sementara dinding dan tiang penyangga mengalami retakan. Meski demikian, umat tetap menunjukkan keteguhan iman dengan tetap mengikuti rangkaian ibadat Kamis Putih hingga Jumat Agung.
Umat Gotong Royong Bersihkan Puing
Pastor Paroki Emanuel Ohoiwutun, mengatakan pihak gereja bersama umat langsung bergerak cepat membersihkan puing-puing pascagempa agar ibadat tetap dapat berlangsung.
“Sejak gempa kemarin, kami menggerakkan umat untuk secepatnya datang, kita membereskan semua puing-puing yang ada, karena mengingat malamnya akan dilaksanakan ibadah Kamis Putih. Setelah pembersihan pagi hari, semuanya bisa berjalan dengan baik dan pada sore hari pukul 15.00 Wita kami melaksanakan upacara penciuman salib dalam rangka Jumat Agung,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Tidak Ada Korban Jiwa
Emanuel mengungkapkan rasa syukurnya karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hal itu dikarenakan saat gempa terjadi, tidak ada aktivitas jemaat di dalam gereja.










