“Sampai saat ini arus air sangat deras dan kondisi angin juga sangat kencang. Jembatan yang putus tersebut adalah jembatan akses penghubung satu-satunya antara desa Reyamru dengan semua desa yang berada di Kei Besar Utara Timur,” ujar Herling, , Minggu (26/6/2022) di Langgur.
Sampai berita ini di turunkan akses jalan dai Ohoi Reyamru ke ohoi-ohoi di sekitarnya masih terputus, selain itu kebutuhan logistik hingga kini masih dengan menggunakan jalan kaki
Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, sangat prihatin dengan kondisi amruknya jembatan Reyamru, sehingg pada hari terjadinya musibah langsung melakukan rapat dengan pihak Pemprov yang di wakili Ketua Bappeda dan Anggota DPRD Provinsi di lanti IV kantor Gubernur.
Dalam rakor tersebut, telah di sepakati untuk anggaran pembangunan Reyamru yang ambruk akan di anggarkan pada APBD perubahan provinsi.
Di tempat yang sama Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku yang juga asal Dapil VI Kabupaten Malra, Kota Tual dan Aru, Amir Rumra mengatakan akan mengawal masalah Jembatan Reyamru ini pada APBD perubahan Provinsi tahun 2022 nanti. (Saad)










