Pada kenyataannya, ia berpendapat, “Kurang dari 24% terowongan hancur, dan bahkan kurang dari 10%, sebagaimana yang disaksikan oleh para operator di lapangan.”
Ia menambahkan, “Kurang dari 10.000 pejuang Hamas yang dihabisi, bukan 20.000,” menekankan Hamas terus beroperasi sebagai pasukan gerilya.
Mengenai upaya terbaru Netanyahu untuk merebut kembali Kota Gaza, Brik mencatat Kepala Staf Eyal Zamir menentang rencana tersebut, memperingatkan kabinet bahwa itu adalah jebakan.
Namun, Netanyahu tetap bersikeras pada operasi tersebut, menyatakan operasi itu akan mencabut kekuasaan Hamas.
“Ini klise besar,” bantah Brik. “Hamas beroperasi dari terowongan – jaringan ratusan kilometer yang terhubung ke seluruh penjuru Jalur Gaza.”
Brik memperingatkan operasi semacam itu akan menyebabkan banyak korban jiwa di pihak Israel, membahayakan nyawa para tawanan, menewaskan banyak warga sipil, dan membuat Israel semakin terisolasi.
“Mereka yang tidak menyadari keterbatasan mereka dan karena itu tidak mengatasinya akan membayar harga yang mahal, seperti yang dilakukan Amerika Serikat di Vietnam,” pungkasnya.
sumber: sindonews










