Jokowi Belum Mati

oleh -108 Dilihat

Ada ironi kecil di sini.

Dulu media mengejar presiden untuk mendapatkan wawancara. Kini, setelah tidak lagi menjadi presiden, rumah Jokowi tetap menjadi salah satu tempat yang dicari media.

Wartawan Bocor Alus Tempo—yang mewancarainya—kali ini tidak sedang membocorkan pintu kekuasaan. Pintu rumahnya justru dibuka. Dan itu menunjukan bahwa ia
masih menjadi pusat gravitasi pemberitaan politik.

Media yang selama ini kritis pun tetap harus datang kepadanya ketika ingin mengetahui apa yang ada di kepalanya.

Jokowi tampaknya memahami dengan baik bahwa ia masih menjadi pusat perhatian, ia belum benar-benar meninggalkan panggung.

Namun ada satu hal yang lebih menarik daripada semua gerakan Jokowi itu.

Baca Juga  Mitigasi Percobaan Bunuh Diri di JMP, Ary Sahertian Dorong Integrasi CCTV dan Call Center 112

Mengapa ia dibiarkan terus melenggang?

Jokowi belum mati secara politik bukan hanya karena ia masih bergerak. Ia juga belum mati karena kekuasaan yang sekarang tidak tampak sedang berusaha menghentikan gerakannya.

Di sinilah posisi Presiden Prabowo dipertanyakan.

Prabowo tentu mempunyai hak untuk menjaga hubungan politik dengan siapa pun.

Tetapi ketika seorang mantan presiden terus bergerak di sekitar kekuasaan, sementara dari Istana tidak tampak ada upaya terbuka untuk membatasi geraknya, publik wajar bertanya-tanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.