Jumlah Warga Jerman Berpandangan Ekstrem Kanan Meningkat!

oleh -217 views

“Negara ini semakin dianggap sedang dilanda krisis nasional. Dan krisis ini berdampak lebih parah terhadap masyarakat kurang mampu,” ujar Zick. “Di antara mereka yang berpenghasilan rendah yang disurvei, hampir tiap satu dari dua orang, 48%-nya, memandang diri mereka terkena dampak krisis secara personal. Ini berbeda dengan 27,5% dari mereka yang berpenghasilan menengah dan hanya 14,5% dari mereka yang berpenghasilan tinggi.”

Kepercayaan masyarakat Jerman terhadap pemerintah merosot

Temuan ini jelas disertai dengan menurunnya tingkat kepercayaan terhadap lembaga-lembaga pemerintah dan terhadap berfungsinya demokrasi. Meski demikian, mayoritas masyarakat masih mendukung bentuk pemerintahan tersebut.

Namun, setidaknya 38% berpandangan sejalan dengan teori konspirasi, 33% berpandangan populis, dan 29% bersikap etnonasionalis, otoriter, dan pemberontak.

Baca Juga  Paus Leo XIV Tegaskan Perang AS dan Israel terhadap Iran Bukan “Perang yang Adil”

Angka tersebut rata-rata naik sekitar sepertiga bila dibandingkan dengan survei yang dilakukan selama pandemi COVID-19 pada 2020 dan 2021. Skeptisisme, atau bahkan penolakan terhadap media tradisional juga meningkat: 32% dari responden bahwa media telah berkolusi dengan politisi. Dua tahun lalu angka ini mencapai 24%.

Demokrasi berada dalam bahaya?

Banyak orang bertanya bagaimana cara menghentikan dan membalikkan perkembangan ini, termasuk peneliti Zick. Hasil ini menunjukkan bahwa kita hidup di masa ketika seruan atau kebijakan untuk memperbaiki kesejahteraan tidak sepenuhnya mampu meredakan konflik, ketidakpuasan, dan protes.