Jumlah Warga Jerman Berpandangan Ekstrem Kanan Meningkat!

oleh -216 views

“Masa krisis adalah masa di mana masyarakat menjadi aktif secara politik dan mengambil posisi-posisi baru. Dan posisi-posisi ini bisa condong dari tengah ke kanan,” katanya.

COVID-19 munculkan konspirasi dan kelompok antidemokrasi

Zick menggambarkan betapa sulitnya mengevaluasi fenomena ini dengan mengacu pada apa studi otoritarianisme dari Universitas Leipzig pada tahun 2022. Menurut penelitian ini, sikap ekstremis sayap kanan menurun pada tahun kedua pandemi COVID-19. Namun, ketidakpuasan terhadap demokrasi masih tinggi dan banyak prasangka misantropis yang tersebar secara luas.

“Saat ini kita tahu berapa banyak ekstremis sayap kanan yang berusaha bergabung dengan kelompok radikal sayap kanan lainnya, yang berorientasi pada konspirasi dan menentang demokrasi,” kata Zick. Ia mengingat kembali perkembangan yang dimulai saat banyak pihak yang menjadi lebih dekat dengan kelompok tersebut Reichsbürger.

Baca Juga  Prancis Selidiki Dugaan Kejahatan Perang terhadap Aktivis Flotilla Gaza

Gerakan Reichsbürger meyakini bahwa perbatasan Kekaisaran Jerman sejak tahun 1871 masih tetap berlaku hingga kini. Gerakan ini juga menolak negara Jerman saat ini, beserta struktur demokrasinya. Mereka bahkan membentuk sel-sel teror.

“Nazi berkembang dari tengah masyarakat”

Dengan latar belakang inilah Zick melihat penelitian ini salah satu peringatan dan secara langsung merujuk pada kediktatoran Nazi tahun 1933 – 1945: