Porostimur.com | Ternate: Jelang pelaksanaan Musyawarah Nasional Kamar Dagang Indonesia (Kadin) yang direncanakan di pusatkan Nusa Dua Bali pada Juni mendatang. Melalui momentum itu, Kadin Maluku Utara diminta untuk berbenah diri.
“Sebagai mitra pemerintah, Kadin Malut harus bisa mengembangkan dan menggerakkan ekonomi Maluku Utara” kata Sekretaris BPD HIPMI Malut Moeis Djamin, Minggu (16/5/2021).
Saat ini industri pertambangan Malut sedang digenjot, Kadin harus merumuskan langkah strategis untuk mengembangkan ekonomi masyarakat.
“Sehingga dampak dari industri pertambangan dapat memberikan akses manfaat untuk ekonomi Malut” tambah dia.
Menurut Moeis, Kadin Malut harus menjadi lokomotif dagang di kawasan Indonesia Timur minimal di provinsi Maluku Maluku Utara, Sulawesi Utara dan Papua.
Kadin Malut, lanjut dia, selama beberapa tahun ini diibaratkan mati suri tidak memiliki arah serta kebijakan organisasi, program layaknya sebuah organisasi dagang dan industri.
“Kadin Malut ada jikalau ada Munas. Bersifat rameang dan musiman musim munas. Mestinya Kadin Malut menjadi hitungan karena kontribusi serta program yang ditawarkan sehingga dapat dijadikan tawaran kepada pemerintah dalam memacu perkembangan ekonomi kawasan bukan karena agenda Munas” terangnya.




