Kontribusi pemikiran atas IKN perlu di bangun dalam perspektif multidimensional dengan tidak bertumpu pada wacana perubahan berdimensi tunggal. IKN bagi wilayah Indonesia bagian timur dibutuhkan seiring dengan bergesernya pendulum global ke arah Asia atau The Asia Return ala Mahbubani pagi tadi. Akankah IKN sebagai sebuah momentum bagi The Indonesia Return(?) Sulawesi selayaknya diposisikan sebagai bantaran wilayah yang bakal menjadi penunjang bagi IKN di Borneo. Kini saatnya pembangunan kawasan lain di timur sebagai supporting region dengan digalakkan melalui interkoneksitas antar kawasan di timur dengan IKN di pulau Kalimantan.
Sam Ratulangi, dalam bukunya Indonesia in den Pacific (diterbitkan pertama kali di Batavia 1937) jauh hari sudah memperingatkan ini sebelum Indonesia merdeka. Menurut putra Minahasa yang juga pahlawan nasional ini, Pasifik adalah beranda kita, dan akan menjadi sentra percaturan global.
Kajian geostrategis Mayor John Rahasia, yang kemudian diadopsi oleh Gilbert Mamuaya tentang kawasan Tagaroa, dimana Sulawesi, Papua, dan Maluku dan Kalimantan, bersinggungan erat secara geografis, dengan episentrum perubahan global di Pasifik. Indonesia dengan 3 ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) akan menjadi ajang transportasi maritim terpadat di dunia. Kishore bahkan menyatakan ASEAN sebagai sebuah miracle (keajaiban), karena kemampuan regionalnya mempertahankan stabilitas sebagai kawasan pertumbuhan dunia.












